Mobil

[Automobile][threecolumns]

Motor

[Automobile][list]

Kapal

[Automobile][threecolumns]

Pesawat

[Automobile][list]

Kereta

[Automobile][twocolumns]

Mesin

[Automobile][bleft]

Robot

[Automobile][list]

Monday, January 7, 2019

Sempat Dipuji Banyak Orang, Anak Didik Valentino Rossi Ini Tetap Rendah Hati

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Sempat Dipuji Banyak Orang, Anak Didik Valentino Rossi Ini Tetap Rendah Hati di website Batlax Auto.
Marco Bezzecchi - Red Bull KTM Tech 3
Moto2 - Marco Bezzecchi berhasil menempati posisi ketiga pada klasemen akhir Moto3 2018. Dan tahun ini, dia akan naik tahta ke Moto2 bersama Red Bull KTM Tech 3. Rider asal Italia juga mengakui kalau dirinya tak percaya bakal mengalami masa-masa menyenangkan sekaligus juga menegangkan selama dirinya terjun di Grand Prix 2 tahun silam.

Marco Bezzecchi merupakan anak didik dari Valentino Rossi di VR46 Rider Academy. Ia menjalani debutnya di MotoGP pada 2017 bersama tim CIP. Di tahun pertamanya, dia hanya mampu mengakhiri musim di posisi ke-23.

Di tahun kedua, Bezzecchi pindah ke tim Redox Prustel GP dengan mengendarai motor KTM. Nah, prestasinya di tahun kedua menanjak drastis dimana dia berhasil menempati posisi ketiga di klasemen akhir Moto3.

Bersama dengan Jorge Martin, Bezzechi berhasil menyabet 9 podium dan 3 kemangan. Kedua rider ini saling bergantian di puncak klasemen Moto3. Di seri terakhir GP Valencia, Bezzecchi memiliki peluang untuk mengakhiri musim di posisi runner-up.

Tapi, nasib tak baik mengahampirinya di Valencia. Bezzecchi mengalami 2 kali crash dan harus finis di urutan ke-20. Dengan hasi lini, posisi runner di klasemen harus jatuh ke tangan Fabio Quartararo.

"Sungguh impresif jika melihat diri saya pada 2017. Tak ada orang yang mau bertaruh sepeser euro pun untuk saya! Saya bisa katakan kami telah bekerja dengan sangat baik, dan saya senang bisa membayar dukungan yang diberikan orang-orang terdekat saya, terutama ayah saya," ujar Bezzecchi kepada Motosprint.

Prestasinya di musim kedua di kelas Moto3 membuat Bezzecchi berhasil mengharumkan negaranya sendiri, Italia. Bahkan dia mendapat perhatian dari banyak orang di Italia. Tapi, Bezzecchi mengakui kalau dirinya tak ingin terlena dengan pujian itu dan harus tetap rendah hati.

"Anda bisa terlena dengan mudah jika mendapat banyak perhatian seperti saya tahun lalu. Kini semua orang mewawancarai saya, bahkan walikota (Rimini) mengadakan pesta untuk saya. 

Tapi jika Anda menjalani dua balapan buruk, Anda langsung banjir kritik tajam. Saya memang pebalap profesional, tapi semua saya mulai dari nol,

Sikat rendah hati yang dimiliki oleh Bezzecchi tentu harus ia bawa ke kelas Moto2. Da yakin bahwa sikap baiknya ini bisa mempengaruhi mentalitasnya ketika balapan. Pada uji coba di Jerez November lalu, dia hanya mampu duduk di posisi ke-25.

Tapi ini wajar saja mengingat dia juga masih belum beradaptasi dengan motor barunya. Dengan demikain, pada 2 tes yang akan datang, dia harus benar-benar fokus pada adaptasi motor. 

"Usai semusim penuh berada di depan, sungguh aneh melihat nama saya ada di posisi bawah daftar catatan waktu. 

Tapi Triumph mesin yang hebat, terutama soal akselerasi. Bannya sangat berbeda dengan Moto3, terutama usianya, jadi Anda punya banyak waktu untuk mencari catatan yang baik. Motor ini lebih besar dan sensitif pada pergerakan tubuh,

Meskipun Bezzecchi ini tak berhasil menjadi juara di kelas Moto3, tapi dia yakin kalau sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk naik kelas ke kelas intermediet. 

"Saya rasa ini waktu yang tepat untuk naik ke Moto2, meski saya punya kesempatan bertahan di Moto3. Mesin Triumph dan elektronik baru membuat semua orang memulai nyaris dari nol, dan ketertinggalan para debutan jelas bakal lebih kecil," tutupnya.

Baca juga:





Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2C11eny, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :